Gerhana untuk Bulan part 1
Hai guys! aku ingin buat cerbung nih. Daripada bingung pake kentang karena gak ada bisa kepangan, mending bikin cerbung. iya nggak? iyalah. Okeeee, kita intip ceritanya sedikit yuk!
Gerhana untuk Bulan
"Bunda, teman-teman Bulan pada pamer. Menyebalkan bukan?" Bulan menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Menyebalkan bagaimana?" bunda mengangkat sebelah alisnya.
"Adikku sangat sayang padaku, aku sering bercanda bersama adikku, aku menjaga adikku dengan sayang ...," Bulan meniru perkataan teman-temannya dengan nada bicara lucu. "Andai Adik enggak meninggal ya Bun."
Bulan adalah anak tunggal. dia tidak memilik saudara. Adiknya sudah meninggal setelah lahir. saat itu, Bulan masih kecil, tiga tahun. Teman-temannya sering bercerita bagaimana enak dan tidaknya bersama seorang saudara. Kadang bermain bersama, kadang bertengkar, semua terdengar mengesankan. Bulan selalu merasa kesepian walau ada bunda yang di rumah. Bunda Bulan memiliki butik bernama "Fara's Boutique", seperti nama beliau. Kadang bunda di rumah, kadangkala di butik. Bulan juga dtemani kucingnya, Cimut. Namun, itu semua terasa tidak cukup untuk mengurangi rasa sepinya.
Bunda tesenyum, "Sudah dong, kenapa harus iri Sayang?"
"Bukan iri Bun. Tapi, sebal. Yahhh," sela Bulan.
"Hm, kamu ini. Bunda ke butik dulu ya. Ada urusan. Kamu istirahat sana. pulang sekolah pasti capek. Besok kamu libur?" tanya bunda mengingat esok adalah tanggal merah.
"Ya, kenapa?" tanya Bulan.
"Nanti setelah maghrib, kita ke rumah Paman Dion," bunda beranjak dan pergi.
seketika Bulan merasa senang. di rumah Paman Dion, ia bisa bertemu Lena. Lena sebaya dengannya. Mengasyikkan!
"Tumben sekali Bun. Ada acara apa?" tanya Bulan senang, mencegat bunda.
"Lho? kamu tak ingat kalau Lena ulang tahun? Nanti kita sekalian cari kado. Kan, ada saudara lain yang datang. Lena meminta Paman Dion mengundang semua saudara," jelas bunda. "Sudah, Bunda buru-buru."
"Oke Bun. Bulan istirahat dulu yaaaa."
Bulan pun masuk ke kamarnya. Ia mengganti baju, lalu beranjak ke tempat tidur untuk tidur siang. Plukkk ... saking lelahnya, dia langsung tertidur. Dia bermimpi seorang anak kecil memanggil-manggilnya.
"Kak Bulan! Kak Bulan!!!"
Bulan menengok. Anak itu mendekatinya. Bulan menyipitkan matanya. Tak jelas. Buram.
"Siapa ya?" tanya Bulan.
"Kak, ini aku, Adik Kakak!" kata anak itu.
"Adik? aku tak punya adik. Adikku sudah meninggal!"
"Kakak bohong! Hikss... Kakak jahat!" anak itu menjauh.
"TUNGGU!"
~FIN~
Kita tunggu kelanjutannya .... ^^
Kita tunggu kelanjutannya .... ^^
.jpg)